Wednesday, October 16, 2019

Komunis sudah pasti Ateis?

Nanda Pryg - Heran! Mengapa di Indonesia ini masih banyak orang yang mengaitkan Faham atau Ideologi Komunis dengan Ateis. Padahal itu adalah dua hal yang sangat jauh berbeda. Komunisme hanyalah salah satu Ideologi yang ada di dunia ini sedangkan Ateis itu sendiri adalah bentuk dari ketidakpercayaan akan adanya Tuhan.

Komunisme adalah suatu ideologi yang mengutamakan kesamarataan ekonomi dan kepemilikan bersama didalam masyarakatnya yang tidak ada kelas sosial, mengutamakan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi, dan hal itu semua dipimpin langsung oleh kepala negara itu sendiri. Ideologi ini merupakan salah satu Ideologi yang lahir dari teori Karl Marx yaitu teori kelas sosial. Teruntuk Komunisme Internasional yang diusung Uni Soviet sendiri itu sudah tidak murni berdasar pemikiran Karl Marx, sudah ada campur pemikiran dari Vladimir Lenin(Kepala Pemerintahan pertama Uni Soviet) lalu lahirlah Marxisme-Leninisme.

Sedangkan Ateis adalah sebuah pandangan yang tidak mempercayai adanya Tuhan.  Ateis sendiripun tidak mengurusi segala konsep Negara seperti apa yang bisa difahami di Ideologi Komunis. Ateis hanya terbatas kepada ketidak percayaan akan Tuhan, itu saja.

Setelah kita melihat penjelasan tentang Komunis ataupun Ateis, kita bisa lihat kedua hal itu tidak saling berkaitan. Mungkin hanya karena ungkapan Karl Marx yang pernah bilang agama merupakan candu ataupun penerapan dari negara Korea Utara yang mewajibkan masyarakatnya untuk menyembah pemimpinnya, yang membuat Ateis dengan Komunis sering erat dikaitkan.

Apakah pengertian Radikal yang sebenarnya?

Nanda Pryg - Di Indonesia sekarang ini penafsiran tentang Radikal masih simpang siur dan banyak yang terindikasi menyesatkan, ada yang bilang Radikal adalah sikap terhadap pemimpin Non Muslim, suatu kekerasan yang berbasis Agama, ada juga yang bilang Radikal itu suatu tindakan Anarkisme. Itu salah semua!

Apakah pengertian Radikal yang sebenarnya?

Radikal menurut kbbi adalah 1. Secara mendasar(sampai kepada hal yang prinsip):perubahan yang-;2. Pol amat keras menuntut perubahan (undang-undang, pemerintahan); maju dalam berpikir atau bertindak;
Radikal adalah suatu keinginan yang amat keras menginginkan perubahan dari titik yang paling akar seperti Ideologi dan Undang-Undang. Radikal tidak ada kaitannya dengan sikap seseorang terhadap Non Muslim, agama seseorang, ataupun harus ada atau tidaknya suatu tindakan Anarkisme. Itu hal yang jauh berbeda.

Radikal itu tidak selalu berarti Negatif, ada Radikal yang berarti Positif, tergantung persepsi dan pandangan.
Contoh Radikal yang positif adalah tindakan Mahasiswa yang amat keras menuntut perubahan UU KPK yang baru saja disahkan melalui Perppu KPK, seperti yang kita tahu sekarang bahwa UU KPK terlihat melemahkan KPK itu sendiri.
Contoh Radikal yang negatif adalah gerakan HTI di Indonesia, mereka amat keras ingin menegakan Khilafah di Indonesia ini, mereka ingin Indonesia menjadi bagian dari satu gabungan Negara Khilafah yang dipimpin oleh seorang Khalifah. Yang dinegatifkan ialah jika Khilafah ada, eksistensi Pancasila sebagai Ideologi Negara yang paling cocok di Indonesia yang beraneka ragam ini akan tersisihkan. Jika Khilafah ada, Pancasila akan dikemanakan?