Nanda Pryg - La Masia merupakan akademi dari salah satu klub terbaik di dunia, FC Barcelona. Dulunya pernah dibilang akademi terbaik di dunia, penghasil pesepakbola terbaik di dunia, tetapi sekarang semakin terpuruk. Nama terakhir yang bisa dikatakan sukses hanyalah Sergi Roberto yang dipromosikan pada musim 2013/14 oleh pelatih Barcelona saat itu, Tito Vilanova. Untuk kondisi sekarang ada nama Carles Alena di tim utama, tapi masih jauh dari kata sukses. Alena masih sulit menembus skuad utama karena Midfielder-nya dipenuhi pemain matang yang terus-terusan datang dan pergi. Selain Alena begitu banyak pemain lulusan La Masia yang disia-siakan.
La Masia pernah bangkit musim 2008/09 dengan meraih sextuple di tangan Pep Guardiola yang diikuti dengan kesuksesan para lulusannya. Saat itu Pep berani melepas nama-nama beken seperti Deco dan Ronaldinho, selanjutnya giliran nama-nama seperti Thierry Henry, Yaya Toure, dan Rafael Marquez yang dilepas. Hal itu memberi tempat kepada pemain La Masia di tim utama seperti Sergio Busquets, Gerard Pique, Pedro Rodriguez, dan terakhir Thiago Alcantara yang masih hijau saat itu. Tongkat estafet kemudian dilanjutkan oleh Tito Vilanova yang rutin memainkan pemain La Masia, puncaknya pada musim 2012/13 kala bertanding ke markas Levante, sebelas pemain di atas lapangan semuanya lulusan La Masia. La Masia mulai tidak dipercaya pada akhir masanya Luis Enrique dan itu semakin parah dimasanya Ernesto Valverde, tim utama semakin penuh dengan pemain Non-La Masia. Valverde dan Bartomeu lebih memilih membeli pemain matang yang begitu banyak, sehingga dari posisi inti sampai ke cadangan banyak diisi oleh pemain Non-La Masia, hal itu sangat menutupi peluang pemain lulusan La Masia untuk merebut posisi inti. Diberi kesempatannya Ansu Fati juga lebih disebabkan oleh tidak adanya opsi lain, karena saat itu Luis Suarez, Lionel Messi, dan Oussmane Dembele dilanda cedera, praktis tinggal nama Antoine Griezmann di posisi Forward. Jika dibilang La Masia itu menurun, Barcelona Juvenil A selalu berbicara banyak di kompetisi UEFA Youth League, musim kemarin Juvenil A mampu sampai ke babak Semi Final dan di musim 2017/18 Juvenil A keluar sebagai juara. Tapi siapa dari mereka yang setidaknya meraih lima caps di tim utama? Hanya Ansu Fati.
Disamping karena kurangnya kepercayaan oleh pelatih dan pemilik klub yang menginginkan suatu hal yang instan, menurunnya La Masia juga disebabkan oleh proyek Masia 360 yang salah target pada tahun 2016. Proyek yang dikendalikan Alberto Soler itu awalnya digadang-gadang akan menjadikan La Masia lebih baik dengan meningkatkannya fasilitas dan mengembangkan program yang ada. Tetapi kenyataannya malah berbalik, proyek itu memperburuk La Masia. La Masia kini tidak lagi memiliki asrama dan ruangan-ruangan lain 'disulap' menjadi ruang kantor. Mungkin, nasib La Masia dan para pemainnya akan lebih baik jika Bartomeu tidak lagi menjabat sebagai Presiden dan Valverde tidak lagi menjabat sebagai Pelatih.

No comments:
Post a Comment