Nanda Pryg
- Generasi saat ini mempunyai peran penting dalam mempertahankan Ideologi
Pancasila dan Nilai-Nilai Pancasila, tantangan yang dihadapi tentu lebih berat
dari yang dihadapi generasi terdahulu. Proses pertukaran pandangan dunia,
pemikiran, produk, dan budaya(Globalisasi) sangatlah bebas dan gampang diraih.
Ditambah masyarakat Indonesia cenderung gampang terpengaruh dengan budaya luar
seperti budaya Barat, Arab, maupun negara-negara di Asia Timur. Disamping itu,
generasi saat ini juga dihadapi tantangan dari dalam negeri yang bisa memacu
Disintegrasi Bangsa.
Berikut contoh pengaruh dari dalam dan pengaruh
dari luar.
Contoh Pengaruh Dari Dalam
1. Rasisme. Masih
banyak masyarakat Indonesia yang berlaku rasis, yang akhir-akhir ini sering
ditujukan kepada orang papua ataupun etnis keturunan Tionghoa. Setiap penilaian
pribadi terhadap orang Papua dan keturunan Tionghoa selalu dipengaruhi
kesubjektifan, yang sudah tertanam dari pengaruh masyarakat sekitar.
Kesubjektifan itu begitu kuat sehingga sulit diubah. Kasus rasisme merupakan
salah satu hal paling sensitif di dunia sekalipun.
2. Sara. Sama seperti Rasisme, masyarakat Indonesia juga
masih sering berlaku sara dan ini merupakan kasus yang begitu sensitif. Kasus
sara sering dimanfaatkan untuk kepentingan politik, menjatuhkan politikus agama
minoritas. Masyarakat Indonesia masih sangat gampang dipengaruhi oleh itu
karena menyangkut kepercayaan, tapi ini Negara Indonesia dimana semua berhak
mendapatkan hak dan kewajibannya, apapun agamanya.
Kedua hal ini disebabkan kurangnya kesadaran akan penerapan
nilai-nilai sila ke-3 Pancasila dan motto dari Pancasila itu sendiri. Kita
sama-sama Indonesia, tetap satu, meski berbeda ras, suku, agama, ataupun bahasa
tapi mengapa masih banyak yang membeda-bedakan itu?
Contoh Pengaruh Dari Luar
1. Globalisasi,
Masuknya budaya luar yang diterima secara langsung tanpa disaring oleh
masyarakat. Entah itu budaya yang asalnya dari Barat, Arab, ataupun Asia Timur.
Hal itu akan selalu menggerus Nilai-Nilai Pancasila. Hal ini bisa mengakibatkan
gaya hidup yang kebarat-baratan ataupun kearab-araban dan rasa cinta tanah air
juga akan memudar.
2. Ideologi luar,
Ideologi luar seperti Liberal maupun Ideologi agama tersendiri jelas mengancam
eksistensi dari nilai-nilai Pancasila bahkan Pancasila secara utuh. Apalagi
sekarang-sekarang ini banyak yang ngotot ingin menjadikan Ideologi kelompok
pribadi menjadi Ideologi yang diterapkan di Indonesia, yang jika diterapkan
akan menggeser Pancasila, tidak berlaku adil ke semua WNI, dan dirasakan oleh
orang non-kelompoknya.
Kedua hal ini disebabkan kurangnya rasa cinta akan
Indonesia ataupun Pancasila, padahal Pancasila ini yang terbaik untuk
diterapkan di Indonesia, paling cocok dengan kondisi di Indonesia.
Cara-Cara Untuk Mempertahankan Nilai-Nilai
Pancasila
1. Menerapkan dan mengamalkan nilai-nilai sila pertama
sampai kelima dalam Pancasila. Kita Ditambah kita diwajibkan tidak membeda-bedakan
warna kulit, agama, dan suku yang ada di Indonesia, itu contoh dari penerapan
nilai-nilai sila ketiga dan motto Pancasila itu sendiri.
2. Menumbuhkan rasa Nasionalisme/cinta tanah air dan juga
cinta terhadap Pancasila, jika benci dengan pejabat yang ada di Indonesia
bencilah mereka, jangan benci dengan Indonesia. Teruntuk Pancasila, selalu
ingat bahwa Pancasila adalah buah pemikiran dari pahlawan terdahulu dan yang
terbaik diterapkan di Indonesia ini.
3. Berhenti berkelakukan rasis ataupun sara karena itu
bertentangan dengan nilai-nilai pancasila itu sendiri.
4. Tidak mudah
terpengaruh terhadap pengaruh globalisasi, kita harus selektif membedakan mana
pengaruh globalisasi yang bisa mengikis nilai-nilai pancasila dan yang tidak.
5. Tidak terpengaruh terhadap Ideologi luar, kita harus
berfikir mana Ideologi yang paling cocok diterapkan di Indonesia dan Ideologi
mana yang bisa berlaku adil terhadap semua Warga Negara Indonesia, tanpa
terkecuali.
No comments:
Post a Comment