Saturday, November 9, 2019

Tantangan Mempertahankan Ideologi Pancasila dan Nilai-Nilai Pancasila

Berkas:National emblem of Indonesia Garuda Pancasila.svg
Nanda Pryg - Generasi saat ini mempunyai peran penting dalam mempertahankan Ideologi Pancasila dan Nilai-Nilai Pancasila, tantangan yang dihadapi tentu lebih berat dari yang dihadapi generasi terdahulu. Proses pertukaran pandangan dunia, pemikiran, produk, dan budaya(Globalisasi) sangatlah bebas dan gampang diraih. Ditambah masyarakat Indonesia cenderung gampang terpengaruh dengan budaya luar seperti budaya Barat, Arab, maupun negara-negara di Asia Timur. Disamping itu, generasi saat ini juga dihadapi tantangan dari dalam negeri yang bisa memacu Disintegrasi Bangsa.

Berikut contoh pengaruh dari dalam dan pengaruh dari luar.


Contoh Pengaruh Dari Dalam

1. Rasisme. Masih banyak masyarakat Indonesia yang berlaku rasis, yang akhir-akhir ini sering ditujukan kepada orang papua ataupun etnis keturunan Tionghoa. Setiap penilaian pribadi terhadap orang Papua dan keturunan Tionghoa selalu dipengaruhi kesubjektifan, yang sudah tertanam dari pengaruh masyarakat sekitar. Kesubjektifan itu begitu kuat sehingga sulit diubah. Kasus rasisme merupakan salah satu hal paling sensitif di dunia sekalipun. 
2. Sara. Sama seperti Rasisme, masyarakat Indonesia juga masih sering berlaku sara dan ini merupakan kasus yang begitu sensitif. Kasus sara sering dimanfaatkan untuk kepentingan politik, menjatuhkan politikus agama minoritas. Masyarakat Indonesia masih sangat gampang dipengaruhi oleh itu karena menyangkut kepercayaan, tapi ini Negara Indonesia dimana semua berhak mendapatkan hak dan kewajibannya, apapun agamanya.

Kedua hal ini disebabkan kurangnya kesadaran akan penerapan nilai-nilai sila ke-3 Pancasila dan motto dari Pancasila itu sendiri. Kita sama-sama Indonesia, tetap satu, meski berbeda ras, suku, agama, ataupun bahasa tapi mengapa masih banyak yang membeda-bedakan itu?


Contoh Pengaruh Dari Luar

1. Globalisasi, Masuknya budaya luar yang diterima secara langsung tanpa disaring oleh masyarakat. Entah itu budaya yang asalnya dari Barat, Arab, ataupun Asia Timur. Hal itu akan selalu menggerus Nilai-Nilai Pancasila. Hal ini bisa mengakibatkan gaya hidup yang kebarat-baratan ataupun kearab-araban dan rasa cinta tanah air juga akan memudar.
2. Ideologi luar, Ideologi luar seperti Liberal maupun Ideologi agama tersendiri jelas mengancam eksistensi dari nilai-nilai Pancasila bahkan Pancasila secara utuh. Apalagi sekarang-sekarang ini banyak yang ngotot ingin menjadikan Ideologi kelompok pribadi menjadi Ideologi yang diterapkan di Indonesia, yang jika diterapkan akan menggeser Pancasila, tidak berlaku adil ke semua WNI, dan dirasakan oleh orang non-kelompoknya.

Kedua hal ini disebabkan kurangnya rasa cinta akan Indonesia ataupun Pancasila, padahal Pancasila ini yang terbaik untuk diterapkan di Indonesia, paling cocok dengan kondisi di Indonesia. 


Cara-Cara Untuk Mempertahankan Nilai-Nilai Pancasila

1. Menerapkan dan mengamalkan nilai-nilai sila pertama sampai kelima dalam Pancasila. Kita Ditambah kita diwajibkan tidak membeda-bedakan warna kulit, agama, dan suku yang ada di Indonesia, itu contoh dari penerapan nilai-nilai sila ketiga dan motto Pancasila itu sendiri.
2. Menumbuhkan rasa Nasionalisme/cinta tanah air dan juga cinta terhadap Pancasila, jika benci dengan pejabat yang ada di Indonesia bencilah mereka, jangan benci dengan Indonesia. Teruntuk Pancasila, selalu ingat bahwa Pancasila adalah buah pemikiran dari pahlawan terdahulu dan yang terbaik diterapkan di Indonesia ini.
3. Berhenti berkelakukan rasis ataupun sara karena itu bertentangan dengan nilai-nilai pancasila itu sendiri.
4. Tidak mudah terpengaruh terhadap pengaruh globalisasi, kita harus selektif membedakan mana pengaruh globalisasi yang bisa mengikis nilai-nilai pancasila dan yang tidak.
5. Tidak terpengaruh terhadap Ideologi luar, kita harus berfikir mana Ideologi yang paling cocok diterapkan di Indonesia dan Ideologi mana yang bisa berlaku adil terhadap semua Warga Negara Indonesia, tanpa terkecuali.

No comments:

Post a Comment